UNP
E-PORTOFOLIO
PPG INFORMATIKA · UNP
Pemandangan Padang
Pendidikan
Teknologi
Pembelajaran
Informatika
NIM 25427697 · E-PORTOFOLIO

IKHSAN BUDI MAULANA, S.Kom. PPG INFORMATIKA.

E-Portofolio Ujian Akhir Semester (E-Portfolio 2) ini mendokumentasikan perjalanan saya sebagai mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), mulai dari penyusunan perangkat pembelajaran, praktik mengajar, analisis artefak, hingga refleksi pengembangan diri menuju guru profesional.

SMAN 2 Padang UNP Tut Wuri Handayani PPG
Belajar, Mengajar, dan Bertumbuh
Adaptif, Reflektif, dan Berdampak
01 / 05
PERJALANAN PPL
ALAM TAKAMBANG JADI GURU/ GURU PROFESIONAL/ INOVASI PEMBELAJARAN/ TEKNOLOGI PENDIDIKAN/ PPG INFORMATIKA/ UNIVERSITAS NEGERI PADANG/ ALAM TAKAMBANG JADI GURU/ GURU PROFESIONAL/ INOVASI PEMBELAJARAN/ TEKNOLOGI PENDIDIKAN/ PPG INFORMATIKA/ UNIVERSITAS NEGERI PADANG/
0
Siklus PPL
0
RPP Disusun
0
Jam Mengajar
0
Media Pembelajaran
01 Profil Mahasiswa

Dari tanah
Minangkabau
untuk pendidikan.

Perkenalkan, saya Ikhsan Budi Maulana, mahasiswa PPG Informatika Universitas Negeri Padang. Saya berasal dari Lubuk Buaya, Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat sebuah daerah yang kaya akan nilai-nilai adat dan kearifan lokal Minangkabau.

Profil Lengkap Asal Daerah Inspirasi Tujuan
Minangkabau
01 / ASAL DAERAH
SUMATERA BARAT

KOTA PADANG

Lubuk Buaya, Koto Tangah, Kota Padang tempat bersejarah yang menjadi saksi perjuangan bangsa. Keunikan daerah saya terletak pada perpaduan antara nilai adat Minangkabau yang kuat dengan semangat modernitas dalam pendidikan.

Provinsi
SUMATERA BARAT
Kota/Kabupaten
KOTA PADANG
Kecamatan
KOTO TANGAH
Kelurahan
LUBUK BUAYA
Selengkapnya
Inspirasi
02 / INSPIRASI
MOTIVASI

INSPIRASI MENGAJAR

Filosofi "Alam Takambang Jadi Guru" dari budaya Minangkabau menjadi inspirasi utama saya. Lingkungan sekitar adalah guru terbaik begitu pula dengan teknologi. Saya terinspirasi untuk menjadikan Informatika sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas.

Filosofi
ALAM TAKAMBANG
Fokus
INFORMATIKA
Nilai
TRADISI + TEKNO
Semangat
INOVASI
Selengkapnya
Tujuan
03 / TUJUAN
VISI

GURU PROFESIONAL

Tujuan utama saya adalah menjadi guru Informatika yang profesional, mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, dan membentuk karakter siswa yang adaptif di era digital. Saya percaya pendidikan Informatika bukan sekadar skill, tapi cara berpikir.

Target
GURU PROFESIONAL
Bidang
INFORMATIKA
Pendekatan
TEKNOLOGI
Fokus
KARAKTER SISWA
Selengkapnya
// Peta Lokasi

LOKASI PPL.

Peta interaktif yang menampilkan dua titik lokasi penting selama PPL Terbimbing: kampus LPTK Universitas Negeri Padang sebagai pusat pelaksanaan program PPG, dan SMAN 2 Padang sebagai sekolah tempat praktik mengajar.

Kota Padang · Sumatera Barat
LPTK UNP
SMAN 2 Padang
/ Lokasi 01
LPTK

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UNP, Air Tawar Barat, Padang pusat pelaksanaan program PPG Informatika.

Alamat Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar Barat
Kecamatan Padang Utara
Kota Kota Padang
Buka di Google Maps
/ Lokasi 02
PPL

SMAN 2 PADANG

SMA Negeri 2 Padang sekolah tempat pelaksanaan PPL Terbimbing mata pelajaran Informatika.

Alamat Jl. Musi No.2, Rimbo Kaluang
Kecamatan Padang Barat
Kota Kota Padang
Buka di Google Maps
// Kutipan yang Memotivasi
"Education is not the filling of a pail, but the lighting of a fire."
WILLIAM BUTLER YEATS
Pujangga & Penulis Irlandia

Kutipan ini mengingatkan saya bahwa tugas seorang guru bukan sekadar mentransfer pengetahuan, tetapi menyalakan api semangat belajar dalam diri siswa. Dalam konteks Informatika, ini berarti membantu siswa menemukan keajaiban teknologi dan kemampuan mereka untuk berkreasi, bukan hanya menghafal kode atau teori.

02 Artefak Pembelajaran

Perangkat pembelajaran
yang teruji.

Berikut adalah artefak-arteak perangkat dan hasil pembelajaran yang telah saya susun dan implementasikan selama PPL Terbimbing. Setiap artefak dianalisis berdasarkan kajian teori yang dipelajari.

RPP
/ 01
PERANGKAT
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

5 DOKUMEN LIHAT →
/ RPP Analisis

Konteks & Tujuan

RPP disusun untuk mata pelajaran Informatika kelas X dengan mengacu pada Kurikulum Merdeka Deep Learning. Tujuannya untuk memastikan pembelajaran terstruktur, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

Kelebihan
  • Integrasi pendekatan STEM
  • Assessment autentik
  • Diferensiasi pembelajaran
Kekurangan
  • Perlu penyederhanaan untuk kelas awal
Media Pembelajaran
/ 02
MEDIA
Media Pembelajaran Digital

MEDIA

Media Pembelajaran Digital

8 MEDIA LIHAT →
/ Media Analisis

Konteks & Tujuan

Media pembelajaran digital dikembangkan untuk meningkatkan engagement dan pemahaman konsep Informatika melalui situs pembelajaran interaktif. Materi mencakup pemrograman dasar C++ & Python dengan level kognitif C4—C6.

Kelebihan
  • Interaktif dan engaging
  • Visualisasi konsep abstrak
  • Aksesibel secara online
Kekurangan
  • Membutuhkan koneksi internet
  • Perlu penyesuaian perangkat
Hasil Kerja Siswa
/ 03
HASIL
Contoh Hasil Kerja Siswa

HASIL SISWA

Contoh Hasil Kerja Siswa

15 CONTOH LIHAT →
/ Hasil Siswa — Analisis

Konteks & Tujuan

Dokumentasi hasil kerja siswa menunjukkan penerapan project-based learning. Siswa diminta membuat produk digital sederhana sebagai bukti pemahaman konsep pemrograman.

Kelebihan
  • Menunjukkan kreativitas siswa
  • Bukti pembelajaran bermakna
  • Dokumentasi portofolio siswa
Kekurangan
  • Variasi tingkat kesulitan belum merata
03 Penilaian GP & DPL

Evaluasi objektif.
dokumen penilaian.

Kumpulan dokumen penilaian resmi dari Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan selama PPL Terbimbing. Klik tombol PREVIEW untuk melihat isi dokumen PDF secara lengkap.

4 Dokumen Penilaian · Format PDF
PENILAIAN / 01
RPP

PENILAIAN RPP

LAMPIRAN 7

Dokumen penilaian Rencana Pelaksanaan Pembelajaran oleh Guru Pamong. Mencakup aspek kelengkapan komponen, kesesuaian dengan CP/TP, skenario pembelajaran, dan asesmen.

Komponen
8 ASPEK RPP
Evaluator
GURU PAMONG
PENILAIAN / 02
PRAKTEK

PENILAIAN PRAKTEK PPL

LAMPIRAN 8

Dokumen penilaian praktik mengajar oleh Guru Pamong dan Dosen Pembimbing. Mencakup kemampuan pedagogik, profesional, sosial, dan pengelolaan pembelajaran di kelas.

Komponen
4 KOMPETENSI
Evaluator
GP & DPL
PENILAIAN / 03
KOMPETENSI

PENILAIAN KOMPETENSI

PERSONAL & SOSIAL

Dokumen penilaian kompetensi personal dan sosial selama PPL. Mencakup integritas, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan etika profesi guru.

Komponen
PERSONAL · SOSIAL
Evaluator
GURU PAMONG
BIMBINGAN / 04
DPL PPL

BIMBINGAN DPL PPL

LAPORAN BIMBINGAN

Dokumen catatan bimbingan dari Dosen Pembimbing Lapangan. Berisi arahan, revisi, dan perkembangan proses PPL dari awal hingga akhir.

Isi
CATATAN BIMBINGAN
Pembimbing
DPL UNP
04 Model Guru yang Dituju

MISI &
KOMPETENSI GURU.

Mahasiswa merancang misi yang ingin dituju dan kompetensi serta karakter guru yang ingin dibangun untuk menuju guru profesional.

// Misi yang Ingin Dituju

MENJADI GURU INFORMATIKA YANG TRANSFORMATIF

Misi 1: Mengintegrasikan Teknologi

Menciptakan pembelajaran Informatika yang tidak hanya mengajarkan teknologi, tetapi menggunakan teknologi sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.

Misi 2: Membangun Karakter Digital

Menanamkan nilai-nilai etika digital, tanggung jawab online, dan kebiasaan belajar seumur hidup agar siswa menjadi warga digital yang bertanggung jawab.

Misi 3: Membentuk Komunitas Belajar

Menciptakan ekosistem pembelajaran kolaboratif antara siswa, guru, dan komunitas untuk memperkaya pengalaman belajar Informatika.

/ Kompetensi Pedagogik

PEDAGOGIK

  • Merancang pembelajaran berbasis proyek
  • Menerapkan diferensiasi instruksional
  • Mengelola kelas secara efektif
  • Melakukan asesmen autentik
/ Kompetensi Profesional

PROFESIONAL

  • Menguasai konten Informatika terkini
  • Mengembangkan media pembelajaran digital
  • Melakukan refleksi praktik mengajar
  • Berkolaborasi dengan rekan sejawat
/ Karakter Guru

KARAKTER

  • Adaptif terhadap perubahan teknologi
  • Patuh dan konsisten
  • Inovatif dan kreatif
  • Bertanggung jawab dan teliti
05 Refleksi & Catatan

REFLEKSI &
CATATAN.

// Catatan Refleksi PPL

JURNAL REFLEKSI

Catatan reflektif perjalanan PPL Terbimbing sebagai bentuk dokumentasi perkembangan diri menuju guru profesional yang adaptif dan reflektif.

REFLEKSI AWAL — Ekspektasi & Persiapan

Pra-PPL

Memasuki PPL Terbimbing, saya membawa ekspektasi besar sekaligus kecemasan. Sebagai mahasiswa PPG Informatika, saya ingin membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan pembelajaran yang bermakna. Saya menyiapkan diri dengan memperdalam perangkat ajar dan strategi classroom management.

#ekspektasi #persiapan

REFLEKSI TENGAH — Siklus 1 & 2

Pertemuan ke-3 s.d 8

Tantangan nyata muncul di siklus awal: pengelolaan kelas, variasi media, dan responsivitas terhadap karakter siswa. Dari refleksi ini saya belajar bahwa mengajar bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi mendengar, mengadaptasi, dan terus memperbaiki diri. Masukan Guru Pamong dan DPL menjadi kompas perbaikan.

#adaptif #inkuiri

REFLEKSI AKHIR — Konsistensi & Arah

Siklus 3 · Pasca-PPL

Peningkatan yang konsisten dari siklus 1 ke siklus 3 meneguhkan keyakinan saya: guru yang baik adalah guru yang terus belajar. Ke depan, saya akan mempertahankan semangat reflektif, memperdalam integrasi teknologi, dan memperluas kolaborasi dengan komunitas pendidikan.

#komitmen #konsistensi

CATATAN UNTUK DIRI DI MASA DEPAN

Surat terbuka

Jika suatu hari nanti kamu lelah,ingatlah mengapa kamu memulai. Bukan karena titel guru, tapi karena kamu ingin menyalakan api belajar di hati setiap siswa. Terus belajar, terus mendengar, dan terus bertumbuh. "Alam Takambang Jadi Guru" bukan sekadar filosofi, tapi panggilan untuk tidak pernah berhenti belajar dari sekelilingmu.

#warisan #bertumbuh
/ Informasi Pribadi

IKHSAN BUDI MAULANA

NIM
25427697
Program Studi
PPG Informatika
Universitas
Universitas Negeri Padang
/ Asal Daerah

SUMATERA BARAT

Provinsi Sumatera Barat
Kota/Kabupaten Kota Padang
Kecamatan Koto Tangah
Kelurahan Padang Sarai
06 Refleksi Akhir & Filosofi Mengajar

REFLEKSI
AKHIR &
FILOSOFI.

Merumuskan prinsip dan nilai seorang guru sebagai refleksi akhir dari PPL Terbimbing, yang mencakup analisis produk pembelajaran dan filosofi mengajar selama proses pembelajaran terbimbing (observasi, asistensi, praktik pembelajaran terbimbing).

Bagian 01

REFLEKSI AKHIR PPL TERBIMBING

01
Pertanyaan Refleksi

Apa yang telah Anda pelajari sebagai peserta PPG calon guru selama tahapan PPL Terbimbing dari awal hingga akhir?

Tahapan PPL Terbimbing menjadi ruang pembelajaran yang paling transformatif selama saya menempuh program PPG. Berikut adalah hal-hal substansial yang saya petik dari pengalaman observasi, asistensi, hingga praktik pembelajaran terbimbing:

  1. Perencanaan Pembelajaran yang Bermakna Saya belajar menyusun RPP bukan sebagai dokumen administratif, melainkan sebagai desain pengalaman belajar yang menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi kegiatan konkret. Proses ini melatih kemampuan analitis dan kreatif saya dalam menerjemahkan kurikulum menjadi skenario pembelajaran yang kontekstual.
  2. Pengelolaan Kelas sebagai Seni Relasi Tantangan nyata di lapangan mengajarkan saya bahwa classroom management bukan sekadar disiplin, melainkan tentang membangun relasi, mengelola emosi, dan menciptakan ruang psikologis yang aman agar siswa berani bertanya, salah, dan mencoba lagi.
  3. Diferensiasi dan Inklusi Setiap siswa membawa latar belakang, kemampuan, dan gaya belajar yang berbeda. Saya belajar merancang pembelajaran yang adaptif, mulai dari station learning, peer tutoring, hingga tugas dengan tingkat kesulitan bertahap agar tidak ada siswa yang tertinggal.
  4. Integrasi Teknologi yang Bermakna Informatika bukan sekadar mata pelajaran, tetapi juga alat untuk memperkaya pembelajaran. Saya belajar menggunakan berbagai platform digital, media interaktif, dan strategi blended learning tanpa meninggalkan esensi pedagogi.
  5. Asesmen Autentik dan Formatif Asesmen bukan akhir dari pembelajaran, melainkan bagian integral yang memberi umpan balik. Saya belajar merancang asesmen yang mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti proyek, portofolio, dan presentasi, bukan hanya tes pilihan ganda.
  6. Budaya Refleksi dalam Praktik Mengajar Saya memahami bahwa mengajar tanpa refleksi adalah pengulangan buta. Refleksi setelah setiap pertemuan, baik melalui jurnal, diskusi dengan rekan, maupun umpan balik Guru Pamong, membantu saya mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, dan arah perbaikan.
  7. Kolaborasi Profesional Bekerja bersama Guru Pamong, Dosen Pembimbing Lapangan, dan rekan sejawat mengajarkan saya bahwa profesi guru adalah profesi yang dibangun bersama. Banyak hal teknis dan etis yang saya serap dari interaksi kolaboratif tersebut.
02
Pertanyaan Refleksi

Apakah terdapat pengalaman yang menantang dan bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?

Ya, terdapat beberapa pengalaman menantang yang menguji kesiapan mental, pedagogik, dan profesional saya. Berikut adalah lima tantangan utama beserta solusi yang saya tempuh:

  1. Kecemasan dan Grogi di Awal Mengajar Pertemuan pertama saya di kelas diwarnai gemetar, keringat dingin, dan lupa urutan materi. Solusinya, saya melakukan simulasi microteaching berulang kali, meminta feedback dari teman sejawat, menyusun catatan kecil di telapak tangan, dan melakukan teknik relaksasi pernapasan sebelum masuk kelas.
  2. Manajemen Waktu yang Tidak Terkendali Pelajaran terasa terlalu cepat atau terlalu lambat sehingga materi tidak tersampaikan utuh. Solusinya, saya memasang timer visual di kelas, menyiapkan buffer time 5 menit, dan menyesuaikan tempo berdasarkan respons siswa. Saya juga membedakan mana kegiatan inti dan sampingan.
  3. Siswa Pasif dan Ketergantungan pada Gadget Beberapa siswa cenderung pasif atau menggunakan gadget saat pelajaran. Solusinya, saya menerapkan active learning seperti think-pair-share, ice breaking singkat, quizizz kompetitif, dan memberikan reward system berupa poin tambahan bagi kelompok yang aktif.
  4. Keterbatasan Perangkat dan Akses Internet Tidak semua siswa memiliki laptop atau koneksi internet yang stabil. Solusinya, saya merancang pembelajaran yang low-tech friendly dengan tugas yang dapat diselesaikan menggunakan smartphone, kertas, atau whiteboard. Saya juga menyiapkan printed module sebagai cadangan.
  5. Diferensiasi di Kelas Besar (36 Siswa) Memberikan perhatian individual di kelas besar sangat sulit. Solusinya, saya menggunakan station learning, peer tutoring, dan role rotation di kelompok. Saya juga menyediakan rubric yang transparan sehingga siswa dapat melakukan self-assessment secara mandiri.
03
Pertanyaan Refleksi

Umpan balik atau saran konstruktif apa yang diberikan kepada Anda dalam diskusi refleksi akhir sebagai bentuk perbaikan untuk tahap PPL selanjutnya (PPL Mandiri)?

Diskusi refleksi akhir bersama Guru Pamong dan Dosen Pembimbing Lapangan menghasilkan umpan balik yang sangat berharga sebagai pijakan menuju PPL Mandiri. Berikut adalah poin-poin umpan balik konstruktif yang saya terima:

  1. Mendalami Variasi Model Pembelajaran DPL menyarankan agar saya tidak hanya terpaku pada satu model pembelajaran, tetapi menguasai berbagai pendekatan seperti Project-Based Learning, Problem-Based Learning, inquiry-based learning, dan flipped classroom agar dapat menyesuaikan dengan karakteristik materi dan siswa.
  2. Memperkuat Literasi Asesmen Guru Pamong menekankan pentingnya asesmen formatif yang berkelanjutan, seperti exit ticket, observation checklist, dan portfolio assessment, bukan hanya tes sumatif di akhir pembelajaran.
  3. Meningkatkan Konsistensi Pengelolaan Kelas Saya perlu membangun rutinitas kelas yang konsisten (pembuka, inti, penutup) sehingga siswa memahami ekspektasi dan alur pembelajaran tanpa perlu banyak pengulangan instruksi.
  4. Memperluas Variasi Media dan Sumber Belajar Saya didorong untuk terus bereksperimen dengan media pembelajaran baru, termasuk simulasi interaktif, augmented reality, podcast edukatif, dan platform kolaboratif seperti Padlet, Canva, atau Figma.
  5. Memperdalam Refleksi Tertulis Refleksi yang ditulis sebaiknya tidak bersifat deskriptif (apa yang terjadi), tetapi lebih reflektif-analitis (mengapa hal itu terjadi, bagaimana solusinya, dan apa yang akan saya perbaiki). Saya juga disarankan membuat action research sederhana berbasis masalah kelas.
  6. Membangun Professional Learning Community Saya disarankan untuk aktif dalam komunitas guru, baik di sekolah melalui MGMP, maupun di platform online seperti Komunitas Guru Penggerak, Ruangguru, atau forum PPG, untuk terus belajar dan berbagi praktik baik.
  7. Mengelola Kesehatan Mental dan Work-Life Balance Guru Pamong mengingatkan bahwa profesi guru rentan terhadap burnout. Saya perlu menjaga keseimbangan antara mengajar, belajar, dan istirahat, serta membangun support system yang sehat agar tetap lestari dalam jangka panjang.
Bagian 02

FILOSOFI MENGAJAR

// Manifesto Pribadi

PRINSIP, KEYAKINAN, DAN NILAI SEORANG GURU

"Filosofi mengajar saya bukanlah seperangkat teori yang kaku, melainkan keyakinan hidup yang terus saya uji, saya revisi, dan saya praktikkan di setiap pertemuan dengan siswa."

01

Guru sebagai Fasilitator dan Pemandu Belajar

Filosofi pertama yang mendasari praktik mengajar saya adalah keyakinan bahwa guru bukanlah sumber utama pengetahuan, melainkan fasilitator yang memandu siswa dalam proses penemuan makna. Pandangan ini sejalan dengan teori Zone of Proximal Development (ZPD) dari Lev Vygotsky (1978), yang menyatakan bahwa pembelajaran optimal terjadi ketika siswa mendapat bantuan (scaffolding) untuk menjangkau tingkat kemampuan yang sedikit di atas kemampuannya saat ini, dengan dukungan guru atau teman sebaya yang lebih mampu. Dalam praktiknya, hal ini berarti saya merancang pembelajaran yang bersifat scaffolding, memberikan umpan balik bertahap, dan secara perlahan menarik bantuan tersebut agar siswa menjadi pembelajar yang mandiri. Saya percaya bahwa memancing pemahaman lebih bermakna daripada sekadar mentransfer informasi, karena pengetahuan yang ditemukan sendiri akan melekat lebih lama dalam struktur kognitif siswa.

ReferensiVygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press. · Bruner, J. (1996). The Culture of Education. Harvard University Press.
02

Guru sebagai Pembelajar Sepanjang Hayat

Filosofi kedua yang saya pegang adalah bahwa guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat (life-long learner). John Dewey (1938) dalam karyanya Experience and Education menekankan bahwa pendidikan bukanlah persiapan untuk kehidupan, melainkan kehidupan itu sendiri. Praktik mengajar bukanlah aktivitas yang pernah "selesai" untuk dipelajari, melainkan sebuah perjalanan yang terus berkembang seiring perubahan zaman, teknologi, dan karakteristik siswa. Karena itu, saya berkomitmen untuk terus membaca literatur pendidikan terbaru, mengikuti pelatihan dan webinar, serta melakukan refleksi setelah setiap pertemuan mengajar. Saya juga berusaha menjadi model bagi siswa: jika saya ingin mereka penasaran, gigih, dan ingin tahu, maka saya juga harus menunjukkan keingintahuan yang sama terhadap dunia. Sikap humble untuk mengakui bahwa "saya belum tahu" adalah awal dari pertumbuhan profesional yang sehat.

ReferensiDewey, J. (1938). Experience and Education. Macmillan Publishers. · Schön, D. A. (1983). The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action. Basic Books.
03

Guru sebagai Pembentuk Karakter dan Pemikir Kritis

Filosofi ketiga, dan mungkin yang paling mendalam bagi saya, adalah keyakinan bahwa tugas utama guru adalah membentuk karakter, bukan hanya mengajarkan konten. Paulo Freire (1970) dalam Pedagogy of the Oppressed menolak konsep banking education di mana siswa dijadikan objek pasif yang menerima informasi. Sebaliknya, Freire mengajukan pendidikan sebagai praktik kebebasan (praxis) di mana guru dan siswa bersama-sama membangun kesadaran kritis terhadap dunia. Dalam konteks mata pelajaran Informatika, hal ini berarti saya tidak hanya mengajarkan cara menggunakan software atau bahasa pemrograman, tetapi juga bagaimana teknologi membentuk masyarakat, bagaimana menggunakannya secara etis, dan bagaimana menghindari dampak negatifnya seperti cyberbullying, hoaks, dan kecanduan digital. Saya ingin siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga produsen yang berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. Pada akhirnya, guru bukan pencetak jawaban, melainkan penyulut api semangat belajar yang akan terus menyala sepanjang hidup siswa.

ReferensiFreire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed. Continuum. · Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The Action Research Planner. Deakin University Press.
04

Guru sebagai Jembatan antara Tradisi dan Modernitas

Sebagai guru yang lahir dan dibesarkan di Minangkabau, saya juga membawa falsafah hidup "Alam Takambang Jadi Guru" bahwa alam dan lingkungan adalah sumber pembelajaran tanpa henti. Filosofi ini semakin relevan di era digital: kita tidak bisa memisahkan teknologi dari konteks sosial-budaya di mana ia digunakan. Karena itu, saya berusaha mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam pembelajaran Informatika, membantu siswa melihat bahwa teknologi bukanlah barang asing yang terpisah dari identitas mereka, melainkan alat untuk memperkuat dan melestarikan nilai-nilai budaya sambil tetap membuka diri terhadap inovasi global. Misalnya, mengajarkan data visualization dengan tema budaya lokal, atau mengajarkan coding melalui cerita rakyat Minangkabau. Dengan cara ini, saya berharap siswa tumbuh sebagai generasi yang berakar pada budaya, tetapi berdaulat di era digital.

ReferensiKi Hadjar Dewantara (1967). Taman Siswa dan Pasang Surutnya Perjuangan Bangsa Indonesia. · Nasar, M. F. (2014). "Alam Takambang Jadi Guru": Representasi Alam sebagai Sumber Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Karakter.
// Komitmen

Empat pilar filosofi ini bukan sekadar kata-kata, melainkan kompas yang menuntun saya dalam setiap interaksi dengan siswa. Guru yang baik adalah guru yang terus bertanya, terus belajar, dan terus berani merevisi dirinya sendiri. Sebagaimana falsafah Minangkabau, "alam takambang jadi guru" maka kehidupan, pengalaman, dan setiap pertemuan dengan siswa adalah ruang subur untuk terus bertumbuh menjadi guru profesional yang diridhoi.

07 Dokumentasi Kegiatan PPL

GALERI PPL.
momen lapangan.

Dokumentasi visual kegiatan PPL Terbimbing di SMAN 2 Padang. Galeri ini memuat 5 foto utama yang merepresentasikan observasi, asistensi, praktik mengajar, diskusi refleksi, dan kolaborasi profesional.

LIHAT ARTEFAK PEMBELAJARAN
RPP · MEDIA · HASIL SISWA
LIHAT ARTEFAK
Pesan terkirim
Terima kasih, saya akan merespons dalam 1-2 hari kerja.